Sabtu, 10 September 2016

makalah biologi

5.1 Kesimpulan
1.      Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang  terbatas.
2.      Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa  menjadi alkohol.
3.      Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.
4.      Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces cereviceae  tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut.
5.      Setelah melakukan penelitian, ternyata kami dapat menyimpulkan bahwa fermentasi yang terjadi pada tape singkong terjadi selama 2-3 hari. Selain itu juga, dalam proses pembuatan tape ini ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya proses fermentasi tersebut berlangsung secara sempurna. Selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena itulah, proses fermentasi pada singkong harus tertutup rapat.
6.      Lamanya proses fermentasi juga mempengaruhi kadar alcohol yang dihasilkan.

Selasa, 31 Mei 2016

Makalah Multimedia Teknik Pengambilan Gambar




MAKALAH MULTIMEDIA TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR
KELAS : X MMc





Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikz3rWPZWRXSpHRknMwqCtPi_kDP1hgGw3mGAJ_hDVqT9Kp9dfzy567TFXoFk2OjYeGyPOiZBi96ybWE45Igj6CCQUW4sYZpiPcx8wPCrjZ2zWhr5yGOPJtoSLOr0ghMTyxb3LZoGKuA/s1600/lOGO+lokasi+SMKMuhija.jpg


Disusun Oleh :
                                                Elviana








PEMERINTAHAN KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
SMK 1 MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR
TAHUN AJARAN 2016







Kata Pengantar

            Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah dengan judul “Teknik Pengambilan Gambar.”
            Makalah ini disusun sebagai pelengkap tugas mata pelajaran Editing Video,saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Hariyanto selaku guru mata pelajaran Editing Video yang telah membimbing saya dalam pembuatan makalah ini.
            Informasi yang saya sajikan dalam makalah ini membahas tentang Teknik Pengambilan gambar.    Saya menyadari bahwa makalah ini dapat terwujud berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya sehingga saya mampu menyelesaikan makalah ini.
            Terlepas dari segala kekurangan, saya berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pihak – pihak yang memerlukan.




                                                                                    Tumijajar, 31 Mei 2016

                                                                                   
















Daftar Isi

Halaman Judul ............................................................................................ i

Kata Pengantar ........................................................................................... ii

Daftar Isi ...................................................................................................... iii

      Latar belakang............................................................................................. iv
       
      Rumusan masalah........................................................................................ v

      Pembahasan....................................................................................................vi

      Saran...............................................................................................................vii


















A.    Latar Belakang
Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui secara umum mengenai teknik pengambilan gambar. Baik bagian – bagian dari kamera video maupun cara penggunaannya. Dalam makalah ini penulis akan memberi informasi secara mendetail tentang Teknik Pengambilan Gambar.

B.     Rumusan Masalah
Apa saja teknik dalam pengambilan gambar dan bagian-bagian teknik pengambilan gambar.
C.    Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :
1.      Bagi para pelajar, untuk menambah wawasan mengenai Teknik Pengambilan Gambar dalam Pembuatan Film Dokumenter.
2.      Memberi informasi kepada pembaca bagaimana cara pengoperasian kamera video yang sesuai prosedur yang telah ditentukan.
3.      Menambah pengetahuan mengenai bagaimana langkah – langkah dalam Pembuatan Film Dokumenter.
4.   Melengkapi tugas mata pelajaran Editing Video

D.    Pembahasan Penerapkan Teknik Pengambilan Gambar

Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen, kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara.
Untuk menjadi seorang kameramen harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dll.

Jenis kamera yang digunakan dalam film sangat beragam jenisnya, namun secara garis besar kamera terbagi tiga yaitu :

1. Kamera foto (still photography)

           Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera digital.


2. Kamera film (cinema photography)

           Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.

3. Kamera video (video photography)

           Untuk kamera vide sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam.

           Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton.
Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :

1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)

a. Bird Eye View

           Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi.

b. High Angle

           Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

c. Low Angle

           Pengambilan gambar diambil dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau kejayaan.

d. Eye Level

           Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.




e. Frog Level

           Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar.

2. Ukuran gambar (frame size)

a. Extreem Close-up (ECU)

           Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.

b. Big Close-up (BCU)

           Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.

c. Close-up (CU)

           Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.

d. Medium Close-up (MCU)

           Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.

e. Mid Shoot (MS)

           Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.

f. Knee Shoot (KS)

           Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.

g. Full Shoot (FS)

           Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.

h. Long Shoot (LS)

           Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.



i. Extreem Long Shoot (ELS)

           Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.

j. 1 Shoot

           Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.

k. 2 Shoot

           pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.

l. 3 shoot

           pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.

m. Group Shoot

           Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.

3. Gerakan kamera (moving camera)

a. Zooming (In/Out)

           Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

b. Panning (Left/Right)

           Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.

c. Tilting (Up/Down)

           Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.

d. Dolly (In/Out)

           Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

e. Follow

           Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

f. Framing (In/Out)

           Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.
g. Fading (In/Out)

           Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.

h. Crane Shoot.

           Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.

4. Gerakan objek (moving object)

a. Kamera sejajar objek. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan.
b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.

           Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas

           Selain teknik-teknik maupun tata cara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen yaitu sense of art atau rasa seni, karena gambar yang diambil oleh kameramen merupakan karya seni. Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang didapatpun kurang maksimal.
           Jadi rasa seni yang tinggi dapat dijadikan modal utama untuk menjadi kameramen. Gali terus potensi diri, selamat berkarya, bangun perfilman Indonesia menjadi lebih maju dan sukses.







E.     Simpulan
Dalam makalah ini penulis telah menjelaskan mengenai hal – hal yang berkaitan dengan teknik pengambilan gambar serta penerapan dalam pembuatan film dokumenter. Dalam makalah ini penulis juga memberikan informasi lebih mendetail mengenai tema makalah ini. Mengenai pertanyaan yang diajukan di rumusan masalah semuanya sudah dijelaskan dalam makalah ini. 
F.     Saran
Demikianlah yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Penulis banyak berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. 

G. Lampiran

 Pengambilan gambar menggunakan Camera digital
Description: http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzI5OTM5NDY2X3VPZGZRZ1RLLmpwZw%3D%3D.jpgDescription: http://img03.deviantart.net/ee4d/i/2011/350/a/e/sang_fotografer_by_sitifauziah-d4j8yi9.jpg

Selasa, 26 April 2016

PROPOSAL PERENCANAAN USAHA PEMBUATAN PRODUK



PROPOSAL PERENCANAAN PEMBUATAN PRODUK
“PLAT NAMA KEKINIAN’’
PT. JOULIE GROUP COMPANY









Nama Kelompok:

1.      Agnes kiki widiawati
2.      Budi ridho pratama
3.      Dita fibria ningsih
4.      Lilis ariyani
5.      Muhammad bagus kurniawan
6.      Nova andre wahyudi
7.      Reni rosilawati
8.      Tri widowati




PEMERINTAHAN KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
SMA NEGERI 2 TUMIJAJAR
TAHUN AJARAN 2016




KATA PENGANTAR
           
            Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat hidayah serta taufiknya sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan proposal ini dalam rangka untuk memenuhi tugas mata pelajaran Kewirausahaan dan kami berterimakasih kepada ibu Sri Utami selaku guru mata pelajaran Kewirausahaan.

            Kami menyadari bahwa pada proses pembuatan proposal ini tidak luput dari kekurangan dan tidak lepas dari bantuan beberapa pihak,untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu, dan jika ada yang ingin memberikan saran dan kritikan kami persilahkan.






                                                                                    Margo Mulyo, 19 April 2016






























A.    Pendahuluan

1.      Latar belakang

Latar belakang dari pembuatan proposal ini selain untuk memenihi tugas mata pelajaran Kewirausahaan yaitu untuk belajar berwirausaha membuat produk dan memasarkan produk.
Dalam pembuatan proposal ini kami memilih berwirausaha membuat produk “Plat Nama Kekinian” , kami memilih membuat produk ini karena membuatnya sangatlah mudah dan mengikuti tren dan perkembangan zaman.

2.      Tujuan dan manfaat
Tujuan:
         Untuk memenuhi tugas mata pelajaran kewirausahaan
         Untuk belajar berwirausaha yang baik dan benar
Manfaat:
         Menambah pengalaman dan pengetahuan tentang berwirausaha
         Menjadikan siswa-siswi menjadi kreatif dan inovatif
B.     Profil Perusahaan

1.      Jenis usaha : Plat Nama Kekinian
2.      Nama perusahaan : PT. Joulie Group Company
3.      Lokasi: Sman 2 Tumijajar Jln. K.H. Dewantoro Margo Mulyo

C.     Struktur Organisasi

Dalam pembuatan usaha ini kami sudah memiliki kelompok yang berjumlah 16 orang dan sudah mempunyai tugas dan bagian masing-masing,
            Bagian perencanaan:
1.      Agnes kiki .w.
2.      Budi ridho .p.
3.      Dita fibria .n.
4.      Lilis ariyani
5.      Muhammad bagus .k.
6.      Nova andre wahyudi
7.      Reni rosila wati
8.      Tri widowati       
Bagian produksi       :
1.      Lidya ningsih
2.      Maya sari
3.      Marcelina melda .s.
4.      Reni marlina
5.      Siska pertiwi
Bagian pemasaran     :
1.      Dika wisnu .s.
2.      Hanafi dirgantara .m.
3.      Lidya ningsih
4.     Mala septianingsih
5.      Marcelina melda .s.
6.      Reni marlina
D.    Produk perusahaan

1.      Alat dan bahan:

Alat:
         Qater
         Gunting
         Lem kertas
Bahan:
         Tulisan nama yang diinginkan
         Kertas karton
         Kardus bekas
         Tusuk balon

2.      Cara membuat

-          Gunting kertas karton dan kardus sesuai dengan pola yang diinginkan
-          Setelah selesai di gunting tempelkan kertas karton diatas kardus menggunakan lem
-          Tempelkan tulisan yang kita inginkan diatas kertas karton menggunakan lem dengan rapi
-          Apitkan tusuk balon pada plat nama tersebut
-          Plat nama siap dipasarkan
3.      Target pasar

Target pasar kami adalah seluruh siswa-siswi di Sman 2 tumijajar

4.      Rincian biaya

o   Kertas karton                          Rp. 2.000,
o   Kardus bekas                          -
o   Lem kertas                              Rp. 5.000,
o   Tusuk balon                             Rp. 1.000
o   Gunting                                   Rp. 4.000,
o   Qater                                       Rp. 4.000,      
o   Tulisan yang diinginkan          Rp. 2.000,

Total                                              Rp.18.000,

Biaya ini kami dapat dari iuran kelompok kami yang berjumlah 16 orang.

E.  Kesimpulan
           
Dari beberapa uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kalau kita ingin berwirausaha membuat produk kita harus menganalisis peluang pasar,modal usaha,laba yang harus didapat  dan kita memilih produk yang lagi tren dan mengikuti perkembangan zaman.
Demikian proposal ini kami buat semoga bermanfaat bagi pembaca dan jika ada yang ingin memberikan saran dan kritikan kami tidak berkeberatan.